Pendalaman TPA – Dalam artikel kemarin kita sudah membahas ‘kulit luar’ dari soal-soal TPA. Sebagai bagian yang sangat penting dalam tes tulis, kita sebagai calon peserta USM pasti harus tahu dong apa saja soal-soal yang ada pada TPA. Maka dari itu pada artikel kali ini mari kita bahas lebih dalam tentang makhluk yang bernama TPA itu!

Dalam postingan sebelumnya telah disebutkan bahwa komposisi TPA itu terdiri dari beberapa tipe soal, yaitu sinonim, antonim, analogi, kosa kata, wacana atau paragraph, kemampuan kuantitatif atau matematika, pola huruf/bilangan; logika posisi; penarikan kesimpulan; dan logika gambar.

Analogi

Seperti yang adik-adik ketahui sebelumnya, analogi adalah persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan. Dari dua atau lebih kata yang diberikan pada soal, kita diminta untuk mencari pasangan (bisa lebih) kata yang setara dari yg soal berikan. Sepintas ini terkesan mudah. Namun, pilihan jawaban yang diberikan biasanya “sukses” membuat kita rancu. Nah, hal yang penting adalah kita mesti mencari tahu dulu apa hubungan dua atau lebih kata yang diberikan pada soal. Biar enggak bingung, berikut contohnya:

Beras : Padi = Buah : Pohon

Sinonim

Sinonim berarti kata yang bermakna atau berarti sama. Soal tipe ini membutuhkan kecermatan agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat.Seringkali si pembuat soal cukup cerdik dalam memodifikasi pilihan jawaban sehingga peserta tes bisa saja terkecoh. Misal ada soal seperti ini:

Niscaya = Pasti

Antonim

Antomin berarti lawan makna atau arti kata. Soal tipe ini lebih menjebak lagi daripada sinonim. Biasanya, sebagian pilihan jawaban merupakan sinonim kata si soal. Kalau enggak membaca instruksi soal dengan hati-hati dan fokus, niscaya elo kena jebakan Batman si empunya soal. Berikut ini contohnya:

Nisbi = Mutlak

Kosa Kata

Kalau dilihat sepintas sih tipe kosa kata ini mirip-mirip sama tipe sinonim, soalnya sama-sama mencari ‘apa yang sama’ dalam kata tersebut. Tapi kalo dalam kosa kata kita lebih disuruh buat mmilih padanan kata atau padanan pengertian yang paling dekat dengan kata yang menjadi soal. Contohnya:

Vandalisme = Destruktif

Wacana atau Paragraf

Ini tipe soal yang paling ngeselin deh buat adik-adik yang males baca. Soalnya di tipe soal ini adik-adik akan dipaksa untuk membaca teks yang panjangnya bisa sampai satu halaman. Padahal kadang yang ditanya itu Cuma sebagian kecil dari teks yang banyaknya seabrek. Tapi kabar baiknya satu teks biasanya diperuntukkan untuk 3-5 soal (kalo satu teks satu soal bisa jadi novel ya naskah soal USM nya)

Kemampuan Kuantitatif

Nah, buat adik-adik yang nggak pernah nyobain cara-cara lain dalam menghitung, lo sebaiknya buang sementara cara berhitung yang biasa adik-adik lakuin dan mulai latihan untuk nemuin cara lain dalam berhitung.

Skill berhitung ini penting banget loh untuk adik-adik kuasain karena dengan adik-adik latihan untuk menghitung dengan cara kreatif terus-menerus, lama-lama adik-adik bisa ngitung tanpa coret-coret lagi, dan pastinya itu bisa ngirit waktu banget. Mungkin awalnya buat adik-adik yang belom biasa, adik-adik merasa caranya lebih lambat dan susah, tapi nggak apa-apa, terusin aja. Di awal emang rada lama, tapi seperti biasa, dengan latihan terus lo bakal semakin lancar dan nantinya ngitungnya bakal ngebut banget.

Yang dimaksud dengan cara ngitung kreatif itu contohnya yang simpel-simpel, misalnya 12 x 25, kalo tanpa bersusun ke bawah, adik-adik kan bisa bikin 25 nya jadi 100/4 di mana 12 dan 4 nya bisa lo coret, sama-sama lo bagi 4 dan langsung dapet hasilnya 300.

Pola Barisan

Ayok kita flash back sebentar ke pelajaran matematika pas di SMP! Waktu itu adik-adik pasti deh pernah ketemu sama istilah-istilah pola bilangan aritmatika, dan pola bilangan geometri. Nah di TPA ini adik-adik dipertemukan kembali dengan tipe soal seperti itu setelah beberapa tahun lamanya enggak ketemu. Pasti rasa kangennya akan terbayar lunas deh setelah melihat tipe soal ini di TPA.

A, B, E, F, G. L, M, N, O, V

Logika Posisi

Tipe soal yang bikin otak mikir+berimajinasi keras. Soalnya di tipe soal ini adik-adik harus menafsirkan ilustrasi yang diberikan dan membuat gambaran atas soal yang dimaksud. Biasanya sih untuk soal logika posisi ga banyak-banyak; hanya dua ilustrasi untuk 3-4 soal per ilustrasi.

Contoh sederhana dari soal logika posisi misalnya: Ana mempunyai 3 kakak; Bertrand, Cica, dan Dimas. Cica lebih tua dari Bertrand tapi tidak lebih tua dari Dimas. Siapakah anak pertama? (pasti bisa jawab ya soalnya gampang)

Penarikan kesimpulan/logis

Masih inget pelajaran logika matematika di bangku SMA kemarin? Kurang-lebihnya tipe soal penarikan kesimpulan ini ya kaya gitu. Nanti adik-adik bakal dikasih premis-premis (biasanya 2-3 premis) dan adik-adik diminta mencari kesimpulan dari premis yang ada. Satu hal yang ditekankan bahwasannya tipe soal penarikan kesimpulan di USM ini biasa menggunakan logika tertutup. Jadi adik-adik cukup menggunakan informasi dari premis yang ada tanpa menambah informasi lain.

Pola Gambar

Satu lagi tipe soal yang bakal bikin imajinasimu berpacu adalah pola gambar. Ada beberapa jenisnya juga, ada yang adik-adik harus cari gambar yang beda sendiri, gambar yang pola berkelanjutan, mencari cerminan dari gambar, kotak 9 gambar, dan gambar yang dilipet-lipet (kayak kerangka bangun ruang). Komposisinya biasanya sih ada 5-6 soal. Ga terlalu banyak sih, tapi tipe soal ini bisa menjadi andalan buat adik-adik untuk melejitkan nilai.

Kalo adik-adik ingin tahu lebih lengkap soal-soal TPA kayak gimana, feel free buat cari di google kumpulan soal USM tiap tahunnya. Adik-adik pasti bingung kalo cuma ngeliatin soalnya, makannya nanti adik-adik juga bisa lihat video pembelajaran yang dishare sama bimbel infinity. Dan kalo masih bingung juga, join aja yuk sama bimbel infinity!

Artikel terkait:

  1. Mengenal TPA TBI
  2. Mengenal TKD
  3. Pendalaman TBI
  4. Pendalaman TKD