Direktorat Jenderal Bea Cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

Adik-adik, sudah kenal dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)? Sudah tau peran, tugas, dan fungsinya? Yuk simak penjelasan dibawah ini.

Salah satu unit eselon I yang keberadaannya amat esensial bagi negara yakni Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). DJBC atau yang dikenal dengan Customs ini memiliki peran yang cukup penting, antara lain.

a. Melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya;

b. Melindungi industri tertentu di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri;

c. Memberantas penyelundupan;

d. Melaksanakan tugas titipan dari instansi-instansi lain yang berkepentingan dengan lalu lintas barang yang melampaui batas-batas negara;

e. Memungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor secara maksimal untuk kepentingan penerimaan keuangan negara.

DJBC berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Unit ini mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam menjalankan tugasnya, DJBC menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut.

1. Perumusan kebijakan di bidang penegakan hukum, pelayanan dan pengawasan, optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;

2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;

3. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;

4. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;

5. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penenmaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;

6. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; dan

7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan.

Secara struktural, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 234/PMK.01/2015 susunan organisasi DJBC terdiri dari.

1. Sekretariat Direktorat Jenderal;

2. Direktorat Teknis Kepabeanan;

3. Direktorat Fasilitas Kepabeanan;

4. Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai;

5. Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga;

6. Direktorat Keberatan Banding dan Peraturan;

7. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai;

8. Direktorat Kepatuhan Internal;

9. Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai;

10. Direktorat Penindakan Dan Penyidikan;

11. Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis.

Disamping jabatan-jabatan di atas, terdapat juga 3 (tiga) pejabat Tenaga Pengkaji, antara lain.

1. Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi;

2. Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai;

3. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai.

Sedangkan secara vertikal berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206.3/PMK.01/2014, susunan unit vertical DJBC terdiri dari tiga unit kantor pelayanan utama yang terdiri dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Tipe B Batam, dan Tipe C Soekarno-Hatta. Selain kantor pelayanan utama juga terdapat 16 unit kantor wilayah yang tersebar didaerah-daerah di Indonesia.

Selain nantinya harus siap ditempatkan dimana saja, adik-adik yang ingin bergabung menjadi bagian dari DJBC harus mempersiapkan fisik dan mental untuk mengikuti Samapta atau diklat dasar yang wajib diikuti semua pegawai baru DJBC. Hal tersebut dilakukan karena tugas instansi ini sedikit banyak berbau kemiliteran, mengingat DJBC sendiri seperti salah satu penjaga pertahanan NKRI dibidang keuangan negara.

Ayo Menjadi Bagian dari Kami

Sekarang adik-adik sudah kenal dengan DJBC kan? DJBC menjadi salah satu instansi idaman bagi para lulusan PKN STAN karena predikat “keren” dan jiwa korsa-nya yang patut diacungi jempol. Apakah adik-adik salah satu orang yang ingin bekerja di DJBC?

Agar bisa bekerja di instansi ini, tentu adik-adik harus jadi mahasiswa PKN STAN dulu dong! Nah, untuk menjadi bagian dari PKN STAN, tentu adik-adik harus melewati the one and only gerbang masuk menuju PKN STAN, yaitu USM. Perlu persiapan yang matang tentunya untuk bisa tembus USM yang memang terkenal memiliki tingkat persaingan yang ketat. Bimbel Infinity hadir untuk membantu adik-adik dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi USM. Dengan segala program pembelajaran yang ditawarkan, plus para pengajar yang merupakan mahasiswa PKN STAN itu sendiri, membuat adik-adik mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam mempersiapkan USM.

Oleh karena itu, ayo bergabung bersama kami di Bimbel Infinity! Untuk info lebih lanjut kunjungi halaman bimbelinfinity.co.id

 

Artikel Terkait:

  1. Lima Instansi Paling Diminati Lulusan PKN STAN
  2. Profil DJA
  3. Profil DJP
  4. Profil DJPB
  5. Profil BKF
Posted in Blog and tagged , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.