Lima Instansi Paling Diminati Lulusan PKN STAN 2016

Lima Instansi Paling Diminati Lulusan PKN STAN 2016

Taukah adik-adik jika sebagian besar lulusan dari PKN STAN kelak akan ditempatkan dan bekerja di kementrian keuangan?. Kementrian keuangan sendiri didalamnya terdapat 11 unit Eselon I atau instansi, dari 11 unit tersebut ada 5 unit yang paling banyak diminati oleh lulusan PKN STAN. Ingin tau instansi apa saja yang paling banyak diminati? Yuk simak Lima Instansi Paling Diminati Lulusan PKN STAN 2016 berikut ini.

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap lulusan PKN STAN tahun 2016, berikut 5 instansi yang paling banyak diminati.

  1. Direktorat Jenderal Pajak(DJP)

    DJP merupakan instansi yang mengurus penerimaan negara dari segi perpajakan sesuai yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan.  Amanah yang diemban terkait penyelenggaraan perumusan dan pelaksanaan kegiatan dibidang pajak. Instansi ini bertugas dalam bidang pemberian penyuluhan pajak kepada masyarakat, pelayanan pajak kepada Wajib Pajak, dan melakukan pemeriksaan pajak.

  2. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai(DJBC)

    Instansi kedua yang paling banyak diminati yaitu DJBC. Disamping DJP, ada DJBC yang juga mengurus penerimaan negara dari segi perpajakan. Akan tetapi lingkup pajaknya tidak seluas DJP, diantaranya dalam bentuk bea, cukai dan pungutan lainnya. Selain itu salah satu tugas penting dari DJBC sendiri yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya.

  3. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan(Setjen Kemenkeu)

    Setjen di kementrian keuangan menjadi salah satu instansi paling banyak diminati terutama bagi lulusan yang tidak ingin ditempatkan di daerah. Hal tersebut dikarenakan Setjen Kemenkeu sendiri hanya memiliki satu kantor di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Instansi ini sebagai penghubung antar unit yang melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi dilingkungan Kementerian Keuangan. Selain itu, Setjen berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Keuangan.

  4. Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan(Itjen Kemenkeu)

    Lembaga ini merupakan satuan pengawas intern di Kementerian Keuangan yang bertugas mengawasi kegiatan instansi-instansi yang berada di Kementerian Keuangan. Hal tersebut dilakukan agar dalam pelaksanaan tugasnya sesuai dengan sistem atau prosedur yang sudah ditetapkan. Terdapat 8 inspektorat didalam Itjen Kemenkeu, yang tiap-tiap inspektorat memiliki cakupan wilayah pengawasan masing-masing.

  5. Badan Kebijakan Fiskal(BKF)

    Badan Kebijakan Fiskal memiliki tugas terkait penyelenggaraan perumusan, penetapan, dan pemberian rekomendasi kebijakan fiskal dan sektor keuangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Beberapa fungsi penting BKF antara lain pelaksanaan kerja sama ekonomi dan keuangan internasional; pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kebijakan fiskal dan sektor keuangan serta kerja sama ekonomi dan keuangan internasional; dan pelaksanaan administrasi BKF.

     

Artikel Terkait:

  1. Profil DJPB
  2. Profil DJP
  3. Profil DJBC
  4. Profil BKF
  5. Profil DJA

 

Profil Direktorat Jenderal Pajak

Profil Direktorat Jenderal Pajak

Profil Direktorat Jenderal Pajak – Sebagai salah satu instansi di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjadi salah satu tempat dimana lulusan PKN STAN akan bekerja. Baik adik-adik yang nantinya kuliah di jurusan pajak maupun akuntansi, bisa mendapat tugas untuk bekerja di instansi ini. Bahkan, DJP ini menjadi salah satu instansi favorit bagi para mahasiswa PKN STAN karena tunjangannya termasuk salah satu yang terbesar di Kemenkeu.

Untuk itu, adik-adik setidaknya perlu tau tentang instansi yang saat ini dipimpin oleh Bapak Ken Dwijugiasteadi.

Profil DJP

DJP adalah instansi yang bertugas di bidang perpajakan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai informasi, uang negara atau yang biasa kita kenal sebagai APBN sebagian besar berasal dari pajak. Sekitar 80% penerimaan negara didapatkan dari pajak yang dibayarkan oleh warga. DJP hadir sebagai instansi yang mengelola penerimaan negara terbesar itu agar bisa digunakan seefektif mungkin.

Secara umum fungsi DJP adalah mengelola uang pajak yang disetorkan oleh warga. Secara lebih rinci, fungsi dari DJP adalah sebagai berikut:

a. perumusan kebijakan di bidang perpajakan;

b. pelaksanaan kebijakan di bidang perpajakan;

c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang perpajakan;

d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perpajakan;

e. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang perpajakan;

f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pajak; dan

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan

Lokasi Kantor DJP

Uang yang diterima dari negara berasal dari seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu sebagai instansi yang mengelola penerimaan negara tersebut, DJP menyebar kantornya dari mulai Kantor Pusat hingga kantor-kantor operasional di setiap daerah di Indonesia. DJP termasuk instansi yang memiliki kantor operasional yang ada di kabupaten/kota di Indonesia. Sehingga bagi adik-adik yang ingin bekerja di DJP nantinya harus siap ditempatkan di mana saja.

Sebagian besar lulusan dari PKN STAN nanti akan ditempatkan di kantor operasional setingkat KPP atau Kanwil. Namun ada juga beberapa yang ditempatkan di tingkat lain. Beberapa tingkatan kantor yang ada di DJP adalah sebagai berikut.

a. Kantor pusat terdiri atas Sekretariat Direktorat Jenderal, direktorat, dan jabatan tenaga pengkaji.

b. Unit kantor operasional terdiri atas Kantor Wilayah DJP (Kanwil DJP), Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan (PPDDP), dan Kantor Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan (KPDDP).

Seperti namanya, kantor pusat berada di pusat ibu kota Indonesia, yaitu Jakarta. Sementara untuk kantor operasional dipecah di beberapa wilayah di Indonesia. Kanwil DJP berada di setiap ibu kota provinsi di Indonesia. KPP tersebar di kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Sementara KP2KP berada di kabupaten/kota yang tidak ada KPP nya. Jadi, istilahnya KP2KP adalh unit pembantu KPP.

Tapi tenang saja, untuk lulusan PKN STAN minimal nantinya akan ditempatkan di KPP ke atas.

Organisasi DJP, dengan jumlah kantor operasional lebih dari 500 unit dan jumlah pegawai lebih dari 32.000 orang yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, merupakan salah satu organisasi besar yang ada dalam lingkungan Kementerian Keuangan. Segenap sumber daya yang ada tersebut diberdayakan untuk melaksanakan pengamanan penerimaan pajak.

Tugas tiap Unitnya

Kantor Pusat merupakan inti dari DJP. Segala hal yang telah dilakukan oleh Kanwil DJP se-Indonesia dikoordinasikan di sini. Tidak hanya di seluruh wilayah Indonesia. Pendapatan atas pajak luar negeri juga diatur di sini. Selain itu pada kantor pusat juga terdapat unit yang mengatur kebijakan perpajak di Indonesia, termasuk strategi-strategi agar pajak yang diambil bisa maksimal (tentu sesuai peraturan perundangan yang berlaku).

Lalu tugas unit Kanwil DJP adalah melaksanakan koordinasi, bimbingan, pengendalian, analisis, dan evaluasi atas pelaksanaan tugas KPP, serta penjabaran kebijakan dari kantor pusat. Unit ini dapat dibedakan atas:

a. Kanwil DJP Wajib Pajak Besar dan Kanwil DJP Jakarta Khusus yang berlokasi di Jakarta; dan

b. Kanwil DJP selain Kanwil DJP Wajib Pajak Besar dan Kanwil DJP Jakarta Khusus yang lokasinya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Unit KPP mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan kepada wajib pajak. Unit ini dapat dibedakan berdasarkan segmentasi wajib pajak yang diadministrasikannya, yaitu:

a. KPP Wajib Pajak Besar, khusus mengadministrasikan wajib pajak besar nasional. Jumlahnya 4 unit;

b. KPP Madya, khusus mengadministrasikan wajib pajak besar regional dan wajib pajak besar khusus yang meliputi badan dan orang asing, penanaman modal asing, serta perusahaan masuk bursa. Jumlahnya 9 unit; dan

c. KPP Pratama, menangani wajib pajak lokasi. Jumlahnya ada 309 unit.

Ayo Menjadi Bagian dari Kami

Sekarang sudah tau kan bagaimana profil dari DJP? Sebagai salah satu instansi dengan tunjangan yang besar, DJP menjadi instansi idaman bagi para lulusan PKN STAN. Apakah kamu salah satu orang yang mendambakan untuk bekerja di DJP? Kalau begitu selamat! Dengan membaca artikel ini minimal kamu sudah tau bagaimana sih dan seperti apa sih DJP itu.

Agar bisa bekerja di instansi ini, tentu kamu harus jadi mahasiswa PKN STAN dulu dong! Nah, untuk menjadi bagian dari PKN STAN, tentu adik-adik harus melewati the one and only gerbang masuk menuju PKN STAN, yaitu USM. Perlu persiapan yang matang tentunya untuk bisa tembus USM yang memang terkenal memiliki tingkat persaingan yang ketat. Bimbel Infinity hadir untuk membantu adik-adik dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi USM. Dengan segala program pembelajaran yang ditawarkan, plus para pengajar yang merupakan mahasiswa PKN STAN itu sendiri, membuat adik-adik mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam mempersiapkan USM.

Oleh karena itu, ayo bergabung bersama kami di Bimbel Infinity! Untuk info lebih lanjut kunjungi halaman bimbelinfinity.co.id

Artikel Terkait:

  1. Lima Instansi Paling Diminati Lulusan PKN STAN
  2. Profil DJA
  3. Profil DJBC
  4. Profil DJPB
  5. Profil BKF
Prospek Jurusan Pajak

Prospek Jurusan Pajak

Prospek Jurusan Pajak – Buat Adik-adik yang ingin menjadi menjadi bagian dari jurusan ini, simak baik-baik yuk.

Jurusan yang satu ini cukup banyak peminatnya dari tahun ke tahun. Secara kapasitas, penerimaan mahasiswa baru untuk spsesialisasi ini memang cukup besar, mengingat bangku yang disediakan juga cukup banyak. Seperti program diploma III dan diploma I yang ada dikampus PKN STAN Bintaro, belum lagi program diploma I di tiap-tiap Balai Diklat Keuangan(BDK) yang tersebar diseluruh Indonesia.

Materi perkuliahan yang dipelajari didominasi oleh perpajakan, ada pula akuntansi porsinya cukup besar tetapi tidak sebesar materi perpajakan. Mulai dari Pengantar Perpajakan; Pajak Penghasilan(PPh) 21, 22, 23, 25, 26; Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah(PPN dan PPnBM); Proses Bisnis; hingga Pajak Internasional. Selain itu ada juga Lab. Perpajakan, yang merupakan salah satu mata kuliah yang membahas pengaplikasian atas teori-teori yang telah dipelajari berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku. Melihat materi-materi yang dipelajari, nantinya Adik-adik akan akrab dengan undang-undang perpajakan hingga tax treaty.

Fyi, seperti yang dilansir dari www.pajak.go.id, pajak itu sendiri merupakan kontribusi wajib kepada negara yang tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Mengingat betapa krusialnya perpajakan, membuat kebutuhan akan petugas fiskus yang kompeten dan professional juga cukup besar. Sehingga jika bicara mengenai prospek kerja, sebagian besar sudah pasti akan menjadi bagian dari Direktorat Jenderal Pajak(DJP) yang selain ditempatkan di kantor pusat juga di kantor-kantor pelayanan pajak yang tersebar diseluruh Indonesia. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga bagi lulusan jurusan ini untuk ditempatkan di instansi lain seperti Sekretariat Jenderal, BKF, BPK, BPKP atau instansi lain.

Lalu mengapa mahasiswa jurusan perpajakan juga belajar akuntansi, Kak?

Nah loh, Adik-adik ada yang tahu kenapa? Hal tersebut karena baik dari aspek perpajakan dan akuntansi saling berkaitan satu sama lain. Selain itu, ada hal-hal tertentu yang diatur di perpajakan tetapi tidak diatur di akuntansi, juga sebaliknya. Sehingga penting bagi mahasiswa perpajakan untuk memahami akuntansi, mengingat nantinya jika menjadi fiskus sedikit banyak akan berhadapan dengan output akuntansi berupa laporan keuangan. Belum lagi jika wajib pajak yang dilayani termasuk wajib pajak badan dengan cakupan bisnis menengah ke atas.

(Kunjungi artikel terkait: prospek jurusan akuntansi, bea cukai, manajemen aset)

Ayo Menjadi Bagian dari Kami

Untuk menjadi bagian dari PKN STAN, tentu adik-adik harus melewati the one and only gerbang masuk menuju PKN STAN, yaitu USM. Perlu persiapan yang matang tentunya untuk bisa tembus USM yang memang terkenal memiliki tingkat persaingan yang ketat. Bimbel Infinity hadir untuk membantu adik-adik dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi USM. Dengan segala program pembelajaran yang ditawarkan, plus para pengajar yang merupakan mahasiswa PKN STAN itu sendiri, membuat adik-adik mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam mempersiapkan USM.

Oleh karena itu, ayo bergabung bersama kami di Bimbel Infinity! Untuk info lebih lanjut kunjungi halaman bimbelinfinity.co.id