Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2017

Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2017

Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2017 – Pengumuman yang ditunggu telah tiba! Pada tanggal 2 Maret 2016 PKN STAN telah mengumumkan adanya pendaftaran bagi Calon Mahasiswa PKN STAN 2017.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, PKN STAN membuka pendaftaran mahasiswa baru bagi adik-adik yang ingin melanjutkan kuliah di PKN STAN.

Download dokumen pengumuman penerimaan mahasiswa baru PKN STAN di sini

Ayo Bergabung Bersama Kami

Untuk menjadi bagian dari PKN STAN, tentu teman-teman harus melewati the one and only gerbang masuk menuju PKN STAN, yaitu USM. Perlu persiapan yang matang tentunya untuk bisa tembus USM yang memang terkenal memiliki tingkat persaingan yang ketat. Bimbel Infinity hadir untuk membantu teman-teman dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi USM. Dengan segala program pembelajaran yang ditawarkan, plus para pengajar yang merupakan mahasiswa PKN STAN itu sendiri, membuat teman-teman mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam mempersiapkan USM.

Oleh karena itu, ayo bergabung bersama kami di Bimbel Infinity! Untuk info lebih lanjut kunjungi halaman bimbelinfinity.co.id

 

Artikel terkait:

  1. Mengenal TKD
  2. Pendalaman TPA
  3. Pendalaman TBI
  4. Pendalaman TKD
Lima Hal Unik dalam USM PKN-STAN

Lima Hal Unik dalam USM PKN-STAN

Lima Hal Unik dalam USM PKN-STAN – Ujian Saringan Masuk (USM) merupakan pintu gerbang yang harus adik-adik lalui apabila ingin menjadi mahasiswa PKN-STAN. Di dalam USM itu sendiri ternyata banyak juga hal-hal unik yang perlu adik-adik tahu. Berikut ini kami sampaikan lima hal unik dalam USM PKN-STAN

Lebih Banyak Siswa dari Jurusan IPA

Kalo adik-adik mengira di USM ini didominasi oleh anak IPS atau mungkin anak SMK jurusan akuntansi, perkiraan adik-adik salah. Karena setiap tahun pelaksanaan USM didominasi oleh anak-anak jurusan IPA, yang notabene masih asing dengan akuntansi. Hal ini dikarenakan dalam USM tidak ada satupun soal tes tulis yang berkaitan langsung dengan akuntansi. Selain itu persyaratan yang ditetapkan tidak membatasi anak-akan IPA untuk mengikuti USM.

Pengumuman Hasil USM yang Prematur

Prematur di sini bukan dalam artian negatif ya. Setiap pengumuman timeline USM selalu disediakan informasi mengenai jadwal USM dari mulai pendaftaran online hingga pengumuman akhir. Namun pengumuman hasil ujian seringkali lebih cepat dua sampai tiga hari dibandingkan dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Misalnya dalam jadwal dikatakan hasil USM diumumkan tanggal 6 Juni. Namun pada tanggal 3 atau 4 Juni biasanya hasil USM sudah diumumkan di situs PKN-STAN

Pakaian ‘sopan’ ala USM

Apa bayangan adik-adik ketika mendengar kata pakaian sopan? Mungkin ada yang jawab tertutup, kemeja ditambah celana panjang, memakai rok bagi perempuan, tidak mengenakan pakaian ketat, dan lain-lain. Definisi itu boleh teman-teman gunakan saat pelaksanaan tes tulis (misalnya adik-adik memakai kemeja flannel ditambah celana jeans). Namun perlu diperhatikan bahwa pakaian itu jangan sampai dikenakan saat wawancara. Karena definisi sopan saat melakukan tes wawancara adalah mengenakan kemeja putih serta celana/rok bahan berwarna hitam. Soalnya terjadi beberapa kasus peserta yang mengenakan celana jeans saat hendak wawancara diminta untuk mengganti pakaiannya oleh petugas kemanan loh.

Saat tes kesehatan kamu bisa mengulang

Maksud mengulang di sini tidak serta merta seluruh prosesnya bisa kamu ulang ya. Hanya beberapa bagiannya saja. Seperti misalnya saat cek tekanan darah. Mungkin banyak adik-adik yang merasa grogi atau kurang tidur di malam sebelumnya sehingga menyebabkan tekanan darah terlalu tinggi atau rendah. Bila terjadi hal seperti itu, biasanya si pemeriksan mengizinkan adik-adik untuk menenagkan diri dulu agar saat diperiksa kembali tekanan darahnya bisa kembali normal.

Saking penuhnya, Jakarta memiliki 2 tempat ujian!

Karena peserta USM yang memilih lokasi Jakarta sangat banyak, maka pihak PKN-STAN membuka dua tempat ujian; yaitu kampus PKN-STAN dan Gelora Bung Karno (GBK). Untuk adik-adik yang mendapat tempat di PKN-STAN bisa lebih nyaman karena disediakan meja dan kursi. Namun bagi adik-adik yang mendapat tempat di GBK, persiapkan saja badanmu dan papan krani mu karena kamu akan mengerjakan ujian di tribun penonto, yang mana tidak ada meja di sana.

Kunjungi situs bimbelinfinity.co.id/blog untuk info terbaru seputar USM dan PKN STAN

Pendalaman TKD

Pendalaman TKD

Pendalaman TKD – Nah, di artikel sebelumnya kakak sudah sedikit membahas apa itu tes kompetensi dasar atau TKD beserta cakupan soal serta nilai mati TKD. Sekarang kakak akan sedikit share mengenai materi terkait TKD yang mesti adik-adik siapkan.

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Sebanyak 35 soal TWK yang diujikan kebanyakan berkenaan dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan(PKn) juga ada sedikit unsur sejarah didalamnya. Konsep hubungan antar Pancasila dengan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 dan Proklamasi. Terkait juga didalamnya peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah baik itu di Indonesia maupun di dunia. Selain itu konsep Bninneka Tunggal Ika beserta NKRI juga ada. Adik-adik juga cukup perlu mempelajarai UUD 1945 yaa, baik dari segi isi pasalnya, juga amandemennya, misalnya pasal berapa saja yang sudah diamandemen empat kali atau baru diamandemen dua kali.

Tes Intelegensia Umum (TIU)

Untuk TIU ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan TPA yang adik-adik kerjakan saat USM Tahap I. Sebanyak 30 soal mencakup sinonim, antonim, analogi, pemahaman bacaan, deret angka dan huruf, berhitung cepat, matematika aljabar, geometri, penalaran logis, dan analitis. Disini, karena adik-adik sebelumnya sudah pernah berlatih saat mengerjakan TPA, maka yang perlu dibenahi mungkin kecepatan dan ketepatan adik-adik dalam menjawab. Selain itu, adik-adik juga harus lebih teliti dan tenang saat mengerjakan TKD nantinya, terutama untuk soal penalaran logis dan analitis. Usahakan jangan ada jawaban kosong yaa, karena disini tidak diisi atau salah nilainya sama yaitu 0.

Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Untuk tes yang satu ini, tidak ada jawaban benar atau salah. Karena setiap respon atau sikap adik-adik terhadap suatu kasus memiliki nilai tersendiri dengan skala 1-5 pada masing-masing jawaban. Meski demikian, pasti ada salah satu jawaban atau respon yang meski mungkin tidak kita pikirkan atau lakukan tetapi mencerminkan sikap atau respon ideal yang seharusnya kita lakukan. Nah, dalam case tersebut jika adik-adik jeli dan tau respon mana yang ideal dengan case, maka kakak menyarankan untuk memilih jawaban tersebut karena biasanya poinnya lebih tinggi dari jawaban-jawaban yang lain.

Out from the topic, kakak melihat TKP ini dapat menjadi salah satu sarana bagi kita untuk menilai diri kita sendiri. Sudahkah kita bersikap terhadap suatu keadaan seperti sikap yang seharusnya, atau kita sekedar mengedepankan ego dan menjaga diri kita sendiri? Jawaban hanya Tuhan dan diri masing-masing yang tau yaa. Jangan lelah untuk berusaha dan memperbaiki diri untuk hari esok yang lebih baik.

 

Artikel terkait:

  1. Mengenal TPA TBI
  2. Mengenal TKD
  3. Pendalaman TPA
  4. Pendalaman TBI
Pendalaman TBI

Pendalaman TBI

Pendalaman TBI Selain pembahasan mengenai soal-soal TPA, pembahasan mengenai TBI akan dibahas pada artikel ini. Perlu adik-adik ingat lagi kalau TBI terdiri dari 60 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 50 menit! Sedikit lebih lega sih dibandingkan dengan TPA yang jumlah soalnya dua kali lebih banyak dari TBI. Tapi bukan berarti TBI itu bisa dianggap spele loh.

Kalau kamu sudah selesai mengerjakan TPA, tidak serta merta adik-adik bisa langsung mengerjakan TBI loh. Karena antara TPA dan TBI diberikan selang waktu beberapa menit. Artinya meskipun adik-adik sudah selesai mengerjakan TPA, adik-adik tetap harus menunggu adanya instruksi untuk mengerjakan TBI. Begitu pula sebaliknya. Kalau sudah masuk waktu untuk mengerjakan TBI, jangan sekali-kali adik-adik mencoba menjawab soal-soal di TPA. Bisa-bisa sang pengawas ujian siap mencatat nomor peserta kalian.

Kalo dari tipe soalnya sih ga terlalu banyak untuk TBI. Cuma ada tiga tipe; Structure and Written Expression, Error Recognition, dan Reading Comprehension. Komposisi kebanyakan di Structure and Written, terdiri dari 30 soal. Disusul oleh Reading Comprehension sebanyak 20 soal, dan Error Recognition yang terdiri dari 10 soal. Enggak tahu sih alasan dibuat komposisi kayak gitu. Mungkin biar menyerupai toefl kali ya makannya Structure and Written Expressionnya dibanyakin.

Nah sekarang yuk kita bahas satu-satu ketiga tipe soal TBI!

Structure and Written Expression

Tipe soal ini suka bikin orang-orang bergidik tah gak. Soalnya di tipe ini bakal banyak banget materi yang harus kamu pahamin. Kebanyakan sih kayak tenses, comparison, grammar yang sering muncul dalam tipe soal ini. Banyak banget materinya, tapi enggak sekompleks soal-soal di TOEFL kok. Kayak tenses aja misalnya. Kalo di toefl kan bisa jadi tuh adik-adik ngadepin mix tenses, nah kalo di USM ini cuma satu tenses kok, dan biasanya juga cuma sekadar melengkapi kalimat, satu atau dua kalimat aja yang ilang.

Sebenernya tipe yang ini sangat bisa adik-adik andelin buat melejitkan nilai TBI (atau ya minimal lolos nilai matinya deh). Selain karena jumlah soalnya yang banyak, karakter soalnya juga relatif standar, ga banyak variasi atau yang di-mix di tipe soal ini. Tapi ya resikonya emang kamu harus belajar banyak materi untuk bisa menjawab soal-soal seperti ini. Tapi itukan bisa diusahain dari sekarang kan ya kalo masalah banyak materi mah. Lain cerita kalo misal kendalanya di tingkat kesulitan soal. Makannya adik-adik dari sekarang jangan malas belajar.

Terkait cotoh soal sih enaknya adik-adik langsung liat ya soal di USM dari tahun ke tahun kayak gimana. Banyak kok free to download di internet. Atau kalau bingung, di situs ini juga ada kumpulan soal USM yang siap kamu ‘sedot’. Tapi kalau adik-adik penasaran dan mager buat download, kasih deh contoh soalnya:

If you drop the egg from the third floor, it will shatter to pieces

Error Recognition

Tipe soal yang mainnya bukan di kuantitas tapi di kualitas; iya, kualitas kesulitan soal. Meskipun Cuma sepuluh soal tapi adik-adik bakal bingung dibuatnya. Soalnya di tipe soal ini adik-adik akan dikasih satu kalimat lengkap. Dari situ adik-adik harus bisa mendeteksi bagian mana yang salah. Kadang salah di bagian verbnya, particle nya, keterangannya dan lain sebagainya.

Tipe soal ini merupakan kelanjutan dari tipe soal yang sebelumnya. Artinya adik-adik udah harus paham betul materi terkait structure. Iya dong, kalau missal ga ngerti gimana mau nentuin bagian yang salahnya. Maka dari itu ditekankan sekali lagi bahwa belajar structur itu penting pake banget kalau adik-adik mau bisa ngejawab soal-soal TBI

Contoh soalnya:

Johan likes to talk to his dogs, takes them for a walk twice a day, and feeding them expensive dog food

Dari kata yang digarisbawahi, adik-adik bisa menjawab kata apa yang salah? Nah kurang-lebihnya kayak gitu deh tipe soal error recognition itu

Reading Comprehension

Kalo tipe soal ini sih udah gak asing buat adik-adik. Soalnya di UN juga tipe soalnya emang kayak gini kan? Nanti adik-adik bakal dikasih 3-4 teks yang harus dibaca biar bisa ngejawab soal-soal yang disajikan. Biasanya sih satu teks bacaan digunakan untuk menjawab 4-6 soal. Keitungnya gampang, tapi buat kamu yang males banget baca ini bisa jadi ancaman serius karena ngeliat dari jumlah soal aja udah banyak. Kalo ga kamu maksimalin di tipe ini kan bisa bahaya ke depannya.

Kendala yang sering ditemui di tipe soal ini sih biasanya males bacanya dan gangerti bacaannya. Iya, karena teks yang disajikan biasanya sudah membahas hal-hal teknis, jadinya banyak banget vocab gak lazim yang siap membingungkan kita. Untuk tips dan trik mengerjakan tipe soal ini ga akan dibahas di sini. Adik-adik tinggal lanjut baca aja beberapa artikel di situs ini maka akan kejawab cara yang mudah untuk menjawab soal-soal ini. Baik Bunda. Bimbel stan terbaik.

 

Artikel terkait:

  1. Mengenal TPA TBI
  2. Mengenal TKD
  3. Pendalaman TPA
  4. Pendalaman TKD
Pendalaman TPA

Pendalaman TPA

Pendalaman TPA – Dalam artikel kemarin kita sudah membahas ‘kulit luar’ dari soal-soal TPA. Sebagai bagian yang sangat penting dalam tes tulis, kita sebagai calon peserta USM pasti harus tahu dong apa saja soal-soal yang ada pada TPA. Maka dari itu pada artikel kali ini mari kita bahas lebih dalam tentang makhluk yang bernama TPA itu!

Dalam postingan sebelumnya telah disebutkan bahwa komposisi TPA itu terdiri dari beberapa tipe soal, yaitu sinonim, antonim, analogi, kosa kata, wacana atau paragraph, kemampuan kuantitatif atau matematika, pola huruf/bilangan; logika posisi; penarikan kesimpulan; dan logika gambar.

Analogi

Seperti yang adik-adik ketahui sebelumnya, analogi adalah persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan. Dari dua atau lebih kata yang diberikan pada soal, kita diminta untuk mencari pasangan (bisa lebih) kata yang setara dari yg soal berikan. Sepintas ini terkesan mudah. Namun, pilihan jawaban yang diberikan biasanya “sukses” membuat kita rancu. Nah, hal yang penting adalah kita mesti mencari tahu dulu apa hubungan dua atau lebih kata yang diberikan pada soal. Biar enggak bingung, berikut contohnya:

Beras : Padi = Buah : Pohon

Sinonim

Sinonim berarti kata yang bermakna atau berarti sama. Soal tipe ini membutuhkan kecermatan agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat.Seringkali si pembuat soal cukup cerdik dalam memodifikasi pilihan jawaban sehingga peserta tes bisa saja terkecoh. Misal ada soal seperti ini:

Niscaya = Pasti

Antonim

Antomin berarti lawan makna atau arti kata. Soal tipe ini lebih menjebak lagi daripada sinonim. Biasanya, sebagian pilihan jawaban merupakan sinonim kata si soal. Kalau enggak membaca instruksi soal dengan hati-hati dan fokus, niscaya elo kena jebakan Batman si empunya soal. Berikut ini contohnya:

Nisbi = Mutlak

Kosa Kata

Kalau dilihat sepintas sih tipe kosa kata ini mirip-mirip sama tipe sinonim, soalnya sama-sama mencari ‘apa yang sama’ dalam kata tersebut. Tapi kalo dalam kosa kata kita lebih disuruh buat mmilih padanan kata atau padanan pengertian yang paling dekat dengan kata yang menjadi soal. Contohnya:

Vandalisme = Destruktif

Wacana atau Paragraf

Ini tipe soal yang paling ngeselin deh buat adik-adik yang males baca. Soalnya di tipe soal ini adik-adik akan dipaksa untuk membaca teks yang panjangnya bisa sampai satu halaman. Padahal kadang yang ditanya itu Cuma sebagian kecil dari teks yang banyaknya seabrek. Tapi kabar baiknya satu teks biasanya diperuntukkan untuk 3-5 soal (kalo satu teks satu soal bisa jadi novel ya naskah soal USM nya)

Kemampuan Kuantitatif

Nah, buat adik-adik yang nggak pernah nyobain cara-cara lain dalam menghitung, lo sebaiknya buang sementara cara berhitung yang biasa adik-adik lakuin dan mulai latihan untuk nemuin cara lain dalam berhitung.

Skill berhitung ini penting banget loh untuk adik-adik kuasain karena dengan adik-adik latihan untuk menghitung dengan cara kreatif terus-menerus, lama-lama adik-adik bisa ngitung tanpa coret-coret lagi, dan pastinya itu bisa ngirit waktu banget. Mungkin awalnya buat adik-adik yang belom biasa, adik-adik merasa caranya lebih lambat dan susah, tapi nggak apa-apa, terusin aja. Di awal emang rada lama, tapi seperti biasa, dengan latihan terus lo bakal semakin lancar dan nantinya ngitungnya bakal ngebut banget.

Yang dimaksud dengan cara ngitung kreatif itu contohnya yang simpel-simpel, misalnya 12 x 25, kalo tanpa bersusun ke bawah, adik-adik kan bisa bikin 25 nya jadi 100/4 di mana 12 dan 4 nya bisa lo coret, sama-sama lo bagi 4 dan langsung dapet hasilnya 300.

Pola Barisan

Ayok kita flash back sebentar ke pelajaran matematika pas di SMP! Waktu itu adik-adik pasti deh pernah ketemu sama istilah-istilah pola bilangan aritmatika, dan pola bilangan geometri. Nah di TPA ini adik-adik dipertemukan kembali dengan tipe soal seperti itu setelah beberapa tahun lamanya enggak ketemu. Pasti rasa kangennya akan terbayar lunas deh setelah melihat tipe soal ini di TPA.

A, B, E, F, G. L, M, N, O, V

Logika Posisi

Tipe soal yang bikin otak mikir+berimajinasi keras. Soalnya di tipe soal ini adik-adik harus menafsirkan ilustrasi yang diberikan dan membuat gambaran atas soal yang dimaksud. Biasanya sih untuk soal logika posisi ga banyak-banyak; hanya dua ilustrasi untuk 3-4 soal per ilustrasi.

Contoh sederhana dari soal logika posisi misalnya: Ana mempunyai 3 kakak; Bertrand, Cica, dan Dimas. Cica lebih tua dari Bertrand tapi tidak lebih tua dari Dimas. Siapakah anak pertama? (pasti bisa jawab ya soalnya gampang)

Penarikan kesimpulan/logis

Masih inget pelajaran logika matematika di bangku SMA kemarin? Kurang-lebihnya tipe soal penarikan kesimpulan ini ya kaya gitu. Nanti adik-adik bakal dikasih premis-premis (biasanya 2-3 premis) dan adik-adik diminta mencari kesimpulan dari premis yang ada. Satu hal yang ditekankan bahwasannya tipe soal penarikan kesimpulan di USM ini biasa menggunakan logika tertutup. Jadi adik-adik cukup menggunakan informasi dari premis yang ada tanpa menambah informasi lain.

Pola Gambar

Satu lagi tipe soal yang bakal bikin imajinasimu berpacu adalah pola gambar. Ada beberapa jenisnya juga, ada yang adik-adik harus cari gambar yang beda sendiri, gambar yang pola berkelanjutan, mencari cerminan dari gambar, kotak 9 gambar, dan gambar yang dilipet-lipet (kayak kerangka bangun ruang). Komposisinya biasanya sih ada 5-6 soal. Ga terlalu banyak sih, tapi tipe soal ini bisa menjadi andalan buat adik-adik untuk melejitkan nilai.

Kalo adik-adik ingin tahu lebih lengkap soal-soal TPA kayak gimana, feel free buat cari di google kumpulan soal USM tiap tahunnya. Adik-adik pasti bingung kalo cuma ngeliatin soalnya, makannya nanti adik-adik juga bisa lihat video pembelajaran yang dishare sama bimbel infinity. Dan kalo masih bingung juga, join aja yuk sama bimbel infinity!

Artikel terkait:

  1. Mengenal TPA TBI
  2. Mengenal TKD
  3. Pendalaman TBI
  4. Pendalaman TKD

 

Profil DJPK

Profil DJPK

Profil DJPK – Adik-adik sudah kenal dengan DJPK? Instansi yang satu ini dibentuk atas dasar amanat yang tertuang dalam Pasal 18A UUD 1945; Pasal 2d, 2e, dan 2f UU No. 1 Tahun 2004; dan Pasal 2 UU No. 33 Tahun 2004, yang menyatakan bahwa hubungan keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah merupakan hal yang penting dan strategis dalam rangka pengelolaan keuangan negara. Oleh karena tidak adanya unit kerja di lingkungan Pemerintah Pusat yang ditugaskan menangani secara khusus pengelolaan hubungan keuangan antara pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dibentuklah DJPK.

DJPK sendiri merupakan penggabungan dari beberapa unit eselon II dari Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan(DJAPK) dan Badan Pengkasjian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional(BAPPEKI). Secara organisasi, DJPK terdiri atas Sekretariat, Direktorat Dana Perimbangan, Direktorat Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah, Direktorat Pembiayaan dan Transfer Nondana Perimbangan, dan Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah.

Tugas DJPK

Tugas pokok dari DJPK yaitu merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Fungsi yang dilaksanakan terkait tugas pokok antara lain.

  1. Penyiapan oerumusan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
  2. Pelaksanaan kebijakan di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
  3. Perumusan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
  4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah; dan
  5. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.

Lingkup wewenang dari DJPK terkait merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi, bimbingan teknis, pemantauan, analisis, dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah, pinjaman, hibah, kapasitas daerah, pendanaan daerah serta penyelenggaraan informasi keuangan daerah. Menyiapkan perumusan kebijakan, koordinasi dan fasilitasi, perhitungan alokasi, standarisasi, bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi dibidang belanja untuk daerah. Serta memberikan pelayanan teknis dan administrative kepada semua unsur di lingkungan DJPK.

 

Artikel terkait:

  1. Profil Kemenhub
  2. Profil BPK
  3. Profil DJKN
Profil BPK

Profil BPK

Profil BPK – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) merupakan salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang dibentuk berdasarkan amanat dari Pasal 23 ayat 5 UUD 1945. BPK RI merupakan satu-satunya lembaga negara yang diberi wewenang untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Berdasarkan UUD 1945, BPK RI merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Hal tersebut berarti dalam menjalankan tugasnya BPK bebas dari intervensi atau pengaruh dari lembaga-lembaga negara yang lainnya.

Tugas BPK sendiri yaitu memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, Badan Layanan Umum, Badan Usaha Milik Daerah, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara.

Wewenang BPK

Secara rinci, wewenang BPK RI dalam menjalankan tugasnya antara lain.

  1. Menentukan objek pemeriksaan, merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan, menentukan waktu dan metode pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan;
  2. Meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib diberikan oleh setiap orang, unit organisasi Pemerintah PusatPemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank IndonesiaBadan Usaha Milik NegaraBadan Layanan UmumBadan Usaha Milik Daerah, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara;
  3. Melakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan uang dan barang milik negara, di tempat pelaksanaan kegiatan, pembukuan dan tata usaha keuangan negara, serta pemeriksaan terhadap perhitungan-perhitungan, surat-surat, bukti-bukti, rekening koran, pertanggungjawaban, dan daftar lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara;
  4. Menetapkan jenis dokumen, data, serta informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang wajib disampaikan kepada BPK;
  5. Menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara setelah konsultasi dengan Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah yang wajib digunakan dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara;
  6. Menetapkan kode etik pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara;
  7. Menggunakan tenaga ahli dan/atau tenaga pemeriksa di luar BPK yang bekerja untuk dan atas nama BPK;
  8. Membina jabatan fungsional Pemeriksa;
  9. Memberi pertimbangan atas Standar Akuntansi Pemerintahan; dan
  10. Memberi pertimbangan atas rancangan sistem pengendalian intern Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah sebelum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah.

Struktural BPK

Secara struktural BPK mempunyai 9 orang anggota, dengan susunan 1 orang Ketua merangkap anggota, 1 orang Wakil Ketua merangkap anggota, serta 7 orang anggota. Anggota BPK memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. Ketua dan Wakil Ketua BPK dipilih dari dan oleh Anggota BPK dalam sidang Anggota BPK dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal diresmikannya keanggotaan BPK oleh Presiden. Ketua dan Wakil Ketua BPK terpilih wajib mengucapkan sumpah atau janji menurut agamanya yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung.

Nah, dalam menjadi anggota BPK RI tentunya bukan sembarang orang yang dipilih. Akan diadakan seleksi terpisah dengan berbagai persyaratan dan serangkaian tes yang harus dilalui para pelamar, pun untuk lulusan PKN STAN yang ingin menjadi bagian dari BPK. Perlu adik=adik ingat juga, meski tugas-tugas BPK berkenaan dengan pengelolaan keuangan negara, BPK RI tidak berada dibawah kementerian keuangan ya.

 

Artikel terkait:

  1. Profil Kemenhub
  2. Profil DJKN
  3. Profil DJPK
Profil DJKN

Profil DJKN

Profil DJKN – Pada kesempatan kali ini, kakak akan share sedikit informasi mengenai salah satu unit eselon satu dibawah naungan Kementerian Keuangan yaitu DJKN. Unit yang memiliki visi menjadi pengelola kekayaan negara yang professional dan akuntabel untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat ini, memiliki tugas untuk merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan peraturan peruandang-undangan yang berlaku.

Taukah Adik-adik bagaimana awal mula dibentuknya DJKN ini?

DJKN sendiri telah melalui sejarah yang cukup panjang sejak tahun 1958, yang diawali dengan dibentuknya Panitia Penyelesaian Piutang Negara(P3N). P3N sendiri dibentuk dalam rangka menyelesaikan urusan kucuran dana dari pemerintah kepada masyarakat guna pembangunan perekonomian yang tidak dapat dikembalikan tepat waktu. Setelah kondisi perekonomia stabil, karena paying hukum keputusan pembentukan P3N sudah tidak berlaku tetapi tugas dan fungsinya masih dipandang relevan, dibentuknlah Panitia Urusan Piutang Negara(PUPN). PUPN sendiri memiliki dasar hukum UU No. 49 Prp Tahun 1960. Karena banyaknya penyerahan piutang kredit investasi dan terbatasnya sumber daya manusia PUPN, tahun 1971 dibentuklah Badan Urusan Piutang Negara(BUPN) untuk mengurus penyelesaian piutang negara. Sedangkan PUPN sendiri merupakan panitia interdepartemental dan hanya menetapkan produk hukum dalam pengurursan piutang negara.

Dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 21 Tahun 1991 untuk menggabungkan fungsi lelang dari lingkungan DJP kedalam struktur organisasi BUPN, dibentuklah Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara(BUPLN). Selanjutnya berdasarkan Keputusan Presiden No. 177 Tahun 2000, BUPLN ditingkatkan menjadi Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara(DJPLN).

Pada tahun 2006 terjadi penataan organisasi dilingkungan Departemen Keuangan dimana fungsi Pengurusan Piutang Negara digabung dengan fungsi Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Pengelolaan Barang Milik Negara/ Kekayaan Negara DJPb, sehingga DJPLN berubah menjadi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara(DJKN).

Dalam rangka pemenuhan tugas pokoknya, DJKN menyelenggarakan fungsi.

  1. Perumusan kebijakan dibidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang;
  2. Pelaksanaan kebijakan dibidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang;
  3. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria dibidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang;
  4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi dibidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang; dan
  5. Pelaksanaan administrasi DJKN.

Nah, itulah sedikit penjelasan tugas pokok, fungsi, dan sejarah singkat dari DJKN. Adik-adik bisa mengunjungi website www.djkn.kemenkeu.go.id jika ingin mengetahui seluk-beluk dari instansi ini lebih lanjut.

 

Artikel terkait:

  1. Profil Kemenhub
  2. Profil BPK
  3. Profil DJPK
Profil Kemenhub

Profil Kemenhub

Profil Kemenhub – Adik-adik, kali ini kakak akan mengajak adik-adik untuk berkenalan dengan Kementerian Perhubungan atau Kemenhub. Salah satu instansi yang juga menampung lulusan PKN STAN, tetapi dia bukan dibawah naungan Kementerian Keuangan. Lulusan PKN STAN yang mulai ditempatkan di instansi ini yaitu lulusan tahun 2016 kemarin. Sebanyak 82 orang lulusan DIII Akuntansi dan 15 orang lulusan DIII Kebendaharaan Negara ditempatkan di instansi ini tahun 2016 kemarin.

Struktur Kemenhub

Dalam instansi ini juga dibagi menjadi direktorat-direktorat untuk menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Pembagian tersebut antara lain.

Menteri Perhubungan,

Sekretariat Jenderal, yang dibagi menjadi 9 unit kerja antara lain Biro Perencanaan, Biro Kepegawaian dan Organisasi, Biro Keuangan dan Perlengkapan, Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri, Biro Umum, Pusat Data dan Informasi, Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi, Pusat Komunikasi Publik, dan Mahkamah Pelayaran.

Sekjen memiliki tugas pokok dalam melaksanakan pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas dan administrasi dilingkungan departemen perhubungan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian dan ketatalaksanaan, pendayagunaan sumber daya, serta hubungan antar lembaga masyarakat. Selain koordinasi, juga ada kerja sama baik dalam maupun luar negeri dalam meberikan pelayanan teknis dan administrasi.

Dirjen Perhubungan Darat, dibagi menjadi 6 unit kerja yaitu Sekretariat Dirjen Perhubungan Darat; Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan; Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan; Direktorat Keselamatan Transportasi.

Memiliki tugas pokok dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang perhubungan darat dengan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan dan pemberian ijin, perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang transportasi jalan, transportasi sungai, danau dan penyebrangan, perkeretaapian dan pelaksanaan kebijakan transportasi perkotaan. Selain itu juga memberikan bimbingan teknis dan evaluasi, serta melaksanakan administrasi dilingkungan dirjennya.

Dirjen Perhubungan Laut, dibagi dalam 6 unit kerja yakni Sekretariat; Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut; Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan; Direktorat Perkapalan dan Kepelautan; Direktorat Kenavigasian; dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai.

Memiliki tugas pokok dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi di bidang lalu lintas dan angkutan laut, pelabuhan dan pengerukan, perkapalan dan kepelautan, kenavigasian serta penjagaan dan penyelamatan. Selain itu juga berperan dalam pemberian bimbingan teknisa dan evaluasi, serta pelaksanaan administrasi

Dirjen Perhubungan Udara, yang dibagi dalam 10 unit kerja yaituSekretariat Dirjen Perhubungan Udara; Direktorat Angkutan Udara; Direktorat Bandar Udara; Direktorat Keamanan Penerbangan; Direktorat Navigasi Penerbangan; Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara; Otoritas Bandara; Balai-Balai; UPT Bandara; dan UPT Bandar Udara.

Memiliki tugas pokok dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi di bidang perhubungan udara terkait angkutan udara, keselamatan penerbangan, sertifikasi kelaikan udara, teknik bandar udara, fasilitas elektronika dan listrik penerbangan. Selain itu juga berperan dalam perumusan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang perhubungan udara, pemberian bimbingan teknisa dan evaluasi, serta pelaksanaan administrasi.

Dirjen Perkeretaapian, dibagi kedalam 5 unit kerja antara lain Sekretarian Dirjen Perkeretaapian; Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api; Direktorat Sarana dan Prasarana Perkeretaapian; Direktorat Keselamatan Perkeretaapiaan.

Dirjen ini memiliki tugas pokok dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi di bidang lalu lintas dan angkutan kereta api, teknik sarana dan prasarana, serta keselamatan kereta api. Selain itu juga berperan pemberian bimbingan teknisa dan evaluasi, serta pelaksanaan administrasi.

Inspektorat Jenderal, dibagi dalam 6 unit kerja yaitu Sekretariat Inspektorat Jenderal, Inspektorat I, II, III, IV, dan V.

Memiliki tugas pokok dalam melaksanakan pengawasan fungsional dilingkungan kementerian perhubungan.

Badan Pengambangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, dibagi menjadi 5 unit kerja yaitu Sekretariat; Pusat Pengambangan SDM Perhubungan Darat, Laut, Udara, dan Aparatur Perhubungan.

Memiliki tugas pokok dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan dibidang perhubungan, baik itu pendidikan dan pelatihan awal, teknis dan fungsional serta di bidang menejemen pendidikan dan pelatihan perhubungan darat, laut, udara, meteorology dan geofisika.

Staf Ahli Kementerian, yang secara garis besar memiliki tugas terkait meberikan telaah kepada menteri perhubungan mengenai masalah yang ditangani masing-masing staf ahli. Mulai dari lingkungan, teknologi dan energi, regulasi dan keselamatan, multimoda dan kesistemam, ekonomi dan kemitraan perhubungan.

Nah, itulah sekilas info mengenai kemeterian perhubungan, untuk lebih jelasnya Adik-adik bisa mengunjungi www.dephub.go.id ya. Jangan lupa tetap semangat belajar USM dan mengikuti bimbelnya yaa.

 

Artikel terkait:

  1. Profil BPK
  2. Profil DJKN
  3. Profil DJPK
Profil DJPB

Profil DJPB

Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPBN) atau yang umum dikenal dengan DJPB merupakan salah satu unit eselon I dibawah kementerian keuangan yang memiliki tugas pokok merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang perbendaharaan negara. Lebih rinci lagi tugas tersebut termasuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas dan investasi, pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, dan akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2015 Tentang Kementerian Keuangan, dalam menjalankan tugas tersebut, DJPB menjalankan beberapa fungsi antara lain.

  1. perumusan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas dan investasi, pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, serta akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah;
  2. pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas dan investasi, pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, serta akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah;
  3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas dan investasi, pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, serta akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah;
  4. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas dan investasi, pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, serta akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah;
  5. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas dan investasi, pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, serta akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah;
  6. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan; dan
  7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Sedangkan instansi vertical DJPB berdasarkan PMK Nomor 169/PMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan, terdiri dari Kantor Wilayah (Kanwil); Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1, A2, Khusus Pinjaman dan Hibah, Khusus Penerimaan, Khusus Investasi.

Kantor Wilayah (Kanwil) DJPB tersebar diseluruh wilayah di Indonesia, yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan, supervisi, bimbingan teknis, dukungan teknis, monitoring, evaluasi, penyusunan laporan, verifikasi dan pertanggungjawaban di bidang perbendaharaan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

KPPN Tipe A1 dan A2 sama-sama mempunyai tugas melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum negara, penyaluran pembiayaan atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundang-undangan. Perbedaannya terletak pada cakupan wilayah KPPN tersebut.

KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Pengelolaan Kas Negara. KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah mempunyai tugas melaksanakan penyaluran pembiayaan atas beban anggaran untuk dana yang berasal dari luar dan dalam negeri secara lancar, transparan, dan akuntabel serta melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum negara, penyaluran pembiayaan atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundang-undangan.

KPPN Khusus Penerimaan mempunyai tugas melaksanakan penerimaan, pengelolaan, pelaporan, dan rekonsiliasi transaksi data penerimaan serta penatausahaan penerimaan negara melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundang-undangan.

 

Artikel Terkait:

  1. Lima Instansi Paling Diminati Lulusan PKN STAN
  2. Profil DJA
  3. Profil DJBC
  4. Profil DJP
  5. Profil BKF