Tes Kesehatan Dan Kebugaran USM STAN

Tes Kesehatan Dan Kebugaran USM STAN

 Nah, di sini akan kita bahas mengenai  tahapan seleksi USM STAN selanjutnya. Jadi buat adik-adik yang sudah lulus tes tulis STAN, maka langkah adik-adik belum selesai. Adik-adik diharuskan untuk  melewati tahapan selanjutnya dalam penerimaan mahasiswa baru yaitu tes kesehatan dan kebugaran USM STAN.  Di sini akan kita bahas mengenai hal-hal penting dan perlu adik-adik ketahui agar nantinya dapat melewati tahapan seleksi ini dengan baik. Mari disimak

Tes Kesehatan

Pada tahap ini, adik-adik akan diperiksa kesehatan tubuhnya seperti layaknya  pemeriksaan kesehatan biasa. Adik-adik akan diukur tinggi dan berat badan, tekanan darah, detak jantung, gigi, mulut, telinga, hidung, mata, dan sebagainya. Namun sebelum adik-adik diperiksa kesehatannya oleh panitia dan dokter, adik-adik akan diberikan formulir untuk kemudian diisi sesuai dengan kondisi kesehatan  adik-adik (seperti formulir cek up di Rumah Sakit) yang isinya  mengenai identitas diri, golongan darah, riwayat penyakit, dan sebagainya. Lalu baru selanjutnya akan diperiksa oleh pihak panitia USM STAN dan dokter.

 

Tes Kesehatan dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan (medical Check-Up) oleh tim dokter yang bertugas di lokasi tes kesehatan. Tahapan yang dilalui antara lain:

  • Pengukuran Berat Badan & Tinggi Badan
  • Pemeriksaan Tekanan Darah (Tensi)
  • Pemeriksaan Visus/minus mata
  • Tes buta warna dan reflex
  • Pemeriksaan oleh dokter pemeriksa, meliputi Pengecekan mulut, gigi, telinga, detak jantung, perut, Hemoroid (ambeyen), tulang kaki, dan riwayat penyakit yang pernah diderita.

 Pengukuran tensi darah, disampingnya ada papan untuk tes mata juga

Pengukuran tensi darah, disampingnya ada papan untuk tes mata juga

 

Pengukuran Tinggi Badan 

Pengukuran Tinggi Badan

 

 Pengukuran Berat Badan

Pengukuran Berat Badan

 

Jika seluruh pemeriksaan telah selesai dan berjalan dengan baik, maka dokter akan  menandatangani formulir kesehatan yang adik-adik bawa tersebut, lalu menuliskan “Bahwa Peserta ini dinyatakan sehat dan siap mengikuti tes kebugaran”. Setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, adik-adik akan dipersilahkan untuk mengikuti tes selanjutnya yaitu Tes Kebugaran.

Hal yang biasanya menghambat peserta untuk menunda tes kebugaran adalah tensi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Jika demikian, peserta akan disuruh rileks dan istirahat sejenak, kemudian jika dirasa sudah normal, maka peserta baru diperbolehkan untuk mengikuti tes kebugaran.

Selain itu, jika dalam pemeriksaan adik-adik mengidap penyakit yang cukup berbahaya (misal astma akut, dll) dan beresiko apabila mengikuti tes kebugaran, maka adik-adik tidak dapat melanjutkan untuk mengikuti tes kebugaran.

Tips untuk tes ini adalah jaga kesehatan selagi persiapan menghadapi Tes Kesehatan. Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan ketahanan tubuhmu agar ketika tes kesehatan tidak ada kendala yang berarti. Adik-adik tentunya juga harus selalu menjaga kesehatan tubuh, jika dirasa perlu seminggu sebelum tes dilaksanakan adik-adik bisa membersihkan karang gigi, membersihkan kotoran telinga, dan lain sebagainya ke rumah sakit terdekat.

 

Tes Kebugaran

 

Tes Kebugaran terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu tes ketahanan fisik dan tes kecepatan.

  1. Tes Ketahanan Fisik

 

Tes ketahanan fisik adalah tes dimana adik-adik diharuskan untuk berlari selama 12 menit tanpa berhenti. Dalam tes lari selama 12 menit ini, adik-adik diminta mengelilingi lapangan yang dibatasi dengan bambu-bambu yang digunakan untuk mengetahui jarak lari yang sudah ditempuh.Tes ini mengukur berapa banyak putaran yang adik-adik dapat selama 12 menit untuk dijadikan penilaian.

Meskipun tidak ada tolak ukur yang pasti dalam jarak tempuh yang dicapai dalam Tes Lari selama 12 menit ini, namun kita dapat mengacu pada Cooper Test,  yaitu tes lari yang dirancang oleh Kenneth H Cooper untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani Seseorang.

 

Patokan Jarak Hasil Tes Lari Selama 12 Menit untuk Umur <30 tahun :

KriteriaPria (Km)Wanita (Km)
Sangat Baik>2,81>2,65
Baik2,41 – 2,802,17 – 2,64
Sedang2,01 – 2,401,85 – 2,16
Kurang1,61 – 2,001,58 – 1,84
Sangat Kurang<1,61<1,58

 

Nah adik-adik diharuskan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya agar penilaian adik-adik dapat bagus pula. Sebagai gambaran bahwa umumnya stadion/lapangan sepakbola memiliki keliling sekitar 400 m, jadi jika adik-adik mengincar hasil 2,8  km, maka adik-adik harus mampu mengelilingi lapangan tersebut sebanyak 7 kali selama 12 menit.

Persiapan Tes Lari

Tes Lari

  1. Tes Kecepatan

Tes Kecepatan adalah tes dimana adik-adik diharuskan berlari membentuk angka 8 di antara 2 buah tiang yang berjarak ± 5 meter atau yang biasa dikenal dengan nama Shuttle run.Yang  menjadi penilaian dalam tes ini adalah seberapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tes ini, semakin cepat semakin baik. Jadi adik-adik diminta untuk lari cepat (sprint) membentuk angka 8 sebanyak 3 kali. Aturan dalam tes ini adalah adik-adik dilarang menyenggol tiang-tiang yang berdiri, karena jika tersenggol maka adik-adik akan didiskualifikasi.

Intinya, lakukan sprint dengan secepat-cepatnya, usahakan dibawah 20 detik. Ingat, harus konsentrasi! Jangan sampai salah memutar dalam membentuk angka 8 melewati 2 tiang, dan jangan sampai menyenggol tiang.

Shuttle Run

Tes Shuttle Run

Nah, selanjutnya akan diberikan tips dan trik untuk melewati tahapan ini. Berikut tips dan trik yang bisa adik-adik gunakan agar sukses melewati tahapan tes kesehatan dan tes kebugaran. So, let’s check this out!

 

1. Latihan yang Rutin

Pernah dengar pepatah Bisa Karena Biasa. Nah ini hal pertama yang penting buat dilakukan. Apa itu? Latihan dong tentunya! Latihan di sini sangat diperlukan agar adik-adik lebih siap menghadapi tes nantinya. Latihan yang dimaksud di sini adalah persiapan fisik maupun mental dalam menghadapi tes kebugaran tersebut.

Khusus untuk latihan fisik, minimal harus dilakukan secara rutin 1 bulan sebelum tes dilakukan.  Latihan ini berupa jogging pagi dan sore secara rutin dan tentunya memiliki target. Setiap harinya waktu berlari dan kecepatan harus terus bertambah dan terus ditingkatkan minimal bisa berlari selama 12 menit tanpa berhenti dengan putaran lapangan minimal menempuh  2,5  km. Untuk bagian tes shuttle run (sprint membentuk angka 8), adik-adik dapat  mempersiapkan tiang-tiang dan berlari secara cepat. Minimal adik-adik dapat berlari membentuk angka 8 sebanyak 3 kali dalam waktu 20 detik.

Untuk latihan tes mental, adik-adik dapat membuat diri adik-adik rileks, tidak stress, dan selalu berfikir positif. Caranya? Lakukan hal-hal baik seperti tidak sering marah-marah, menolong sesama, berbagi, dan sebagainya.

 

2. Makan makanan yang bergizi

                Adik-adik yang ingin mengikuti tes kesehatan dan kebugaran sangat dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi. Sangat dianjurkan di sini untuk makan sayur-sayuran dan buah karena sayur dan buah sangat kaya manfaatnya, tidak lupa juga susu yang baik bagi tubuh dan tulang. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, maka adik-adik pun bisa terhindar dari berbagai penyakit dari makanan yang tidak sehat.

 

3. Sarapan Sebelum Tes

Hal ini jangan sampai terlewat. Pastikan sebelum berangkat tes kesehatan dan kebugaran adik-adik telah sarapan. Dengan sarapan terlebih dahulu, maka energi adik-adik akan bertambah. Adik-adik juga bisa membawa 1 atau 2 buah pisang, dan silahkan dimakan kurang lebih 10 menit sebelum tes dimulai, karena pisang diyakini mengandung karbohidrat dan kandungan kimia lainnya yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja fisik. Saran lainnya, adik-adik dapat pula mengonsumsi gula merah. Gula merah diyakini dapat menambah dan meningkatkan kinerja fisik  tubuh.

 

4. Datang Lebih Awal

Adik-adik disarankan sekali untuk datang seawal mungkin. Hal ini karena adik-adik akan mengantri untuk mendapatkan giliran tes kesehatan dan kebugaran. Terlebih dahulu adik-adik harus melewati tes kesehatan, tes kesehatan ini akan memakan waktu yang lumayan lama jika adik-adik mendapat antrian belakang. Setelah dinyatakan lulus tes kesehatan dan diperbolehkan mengikuti tes kebugaran, maka adik-adik baru dapat mengikuti tes kebugaran. Bayangkan jika adik-adik harus mendapat giliran tes kebugaran di siang hari dengan panas matahari yang cukup terik karena adik-adik telat datang. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk dapat sepagi mungkin ya.
5. Jangan Coba-Coba Memakai Dopping

Kadangkala untuk mendapatkan apa yang diinginkan, seseorang dapat melakukan hal apapun untuk mencapai tujuannya, tak terkecuali bagi peserta tes USM STAN. Ada juga dari peserta tes karena saking ingin lulusnya, mereka mengonsumsi doping atau obat-obatan terlarang untuk meningkatkan kinerja fisik. Memang secara jangka pendek hal ini sangat membantu, tapi ingatlah, karena peserta yang lulus USM STAN akan dilakukan uji bebas narkotika, dan jika ada yang ketahuan mengonsumsi narkotika tersebut, adik-adik tidak akan diberi ampun dan akan langsung dicoret dari daftar peserta yang lulus USM STAN.
6. Lakukan Pemanasan Sebelum Tes

Setiap melakukan olahraga di sekolah, pasti guru olahraga adik-adik meminta untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Sebenernya mengapa hal ini penting untuk dilakukan?  Hal ini penting untuk dilakukan karena untuk menghidari terjadinya keram dan kaku otot. Oleh karena itu, sesaat sebelum tes kebugaran, hal yang sangat perlu dilakukan adalah pemanasan, misalnya dengan melakukan peregangan, lari-lari kecil untuk mengurangi ketenganan otot, dan untuk mengurangi kemungkinan keram saat tes berlangsung atau usai.
7. Berdo’a Sebelum Tes

Dengan berdoa maka adik-adik percaya akan kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Adik-adik telah berusaha dengan semaksimal mungkin, kemudian segala hasilnya tinggal menyerahkan sesuai kehendak-Nya. Keputusan-Nya tentu yang terbaik kita semua

Oleh Sebab itu, jangan lupa berdoa Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk diberikan kelancaran dalam tes tersebut, serta diberikan hasil yang terbaik. Jangan lupa juga minta restu pada ke-dua orang tua, guru, teman-teman, tetangga, dan kerabat lainnya. Yakin dan percayalah bahwa do’a dari mereka akan memberikan kekuatan yang sangat luar biasa saat tes.
8. Pastikan Kecepatan Lari Teman-Teman Konstan

Dalam tes kebugaran khususnya tes lari 12 menit yang diperhitungkan di sini adalah ketahanan fisik. Banyak di antara peserta tes lari 12 menit ini yanmg kadang sering mengabaikan hal-hal seperti ini. Kebanyakan dari peserta saat tes lari 12 menit, mereka akan berlari sekencang-kencangnya di awal, namun kemudian malah kehabisan tenaga dan down. Perlu di ingat bahwa tes ini bukanlah lari sprint 100 m, dimana adik-adik diharuskan berlari secepat mungkin. Adik-adik memang memiliki target untuk mendapatkan jarak sejauh-jauhnya, namun kontrol juga tenaga karena adik-adik diberikan waktu 12 menit untuk berlari tanpa berhenti.

Jadi bisa disimpulkan yang dibutuhkan dalam tes ini adalah kecepatan yang konstan dari awal hingga 12 menit waktu yang diberikan, bukan kecepatan yang tinggi di awal dan berjalan di akhir. Oh ya, satu trik lagi, silahkan bawa jam tangan atau stopwatch dan disaat waktu tersisa kurang dari 20 detik, silahkan berlari sekencang-kencangnya, habiskanlah semua sisa-sisa tenaga di waktu ini untuk mencapai jarak yang lebih jauh.
10. Jangan Tegang

Mungkin saat-saat ini adalah yang paling menentukan bagi hidup adik-adik. Namun tidak perlu tegang. Yang perlu adik-adik lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin, tentunya dengan persiapan matang yang sudah dilakukan sebelumnya.
11. Bayangkan Di depan Anda Terpampang Gerbang Kampus STAN

Di saat berlari, tentu rasa letih akan datang menghampiri. Pastinya adik-adik perlu mood boster agar dapat terbakar kembali semangatnya. Salah satunya dengan membayangkan bahwa di depan adik-adik terdapat ‘Gerbang memasuki STAN’, dimana gerbang tersebut semakin menjauhi adik-adik. Nah kalau gini adik-adik harus berupaya sekuat tenaga agar dapat memasukinya, bukan?.

 

Nah itu tadi bahasan kita mengenai tes kesehatan dan tes kebugaran yang perlu adik-adik ketahui. Tetap jaga semangat dan jangan mudah menyerah karena STAN menanti adik-adik. Semangat! J

Posted in USM STAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published.